Bagaimana rasanya terkena ledakan bom? #KamiTidakTakut #KamiFokus #KamiBerhatiHati – vincenthuberta.com

Saya menulis ini karena saya mengerti pentingnya untuk tidak takut kepada teroris. Tetapi, tidak takut tanpa mengerti konsekuensi itu membuat kita menjadi lengah dan tidak berhati-hati.

Takut kepada bom itu tidak salah, itu membuat kita fokus dan berhati-hati.

Saya tidak tahu rasanya terkena ledakan bom, tetapi saya mempunyai sebuah gambaran dari pengalaman saya setelah kecelakaan parah pada tahun 2011. Dan apapun yang Anda baca di bawah ini, tidak nyaman untuk dibayangkan, tetapi kemungkinan dampak dari terkena bom akan 10 kali lipat.

Saya mengalami kecelekaan sepeda motor, sebuah mobil pick-up hitam menabrak saya dan tidak berhenti, telapak tangan kanan saya terlindas dan hancur pada saat itu. Banyak darah keluar dan tidak berhenti, sedikit / beberapa bongkah daging tangan kanan saya mungkin berceceran di atas jalan. Saya menangis, berteriak, dan takut. Takut saya akan kehilangan tangan saya. Saya tidak bisa percaya apa yang saya lihat. Dalam 2 detik, tangan saya berubah total. Saya tidak dapat merasakan tangan saya, rasanya seperti hilang. Ketika itu, saya berharap saya merasa sangat sakit, karena itu tanda tangan saya masih ada. Tangan saya berdenyut sangat kuat, seperti “jantung” di dalam tangan saya.

Seperti yang Anda bisa lihat dari situasi bom di Sarinah, awal-awal semua orang di sekitar akan shock dan tidak tahu cara membantu. Mereka akan terbengong dan mungkin menelepon polisi dan ambulans. Momen itu sangat hopeless, merasa tidak berdaya. Saya hampir pingsan, tetapi akhirnya dibawa ke rumah sakit. Saya sedih melihat korban yang tidak bersalah dalam kasus bom oleh teroris. I can somehow relate to how they feel.


Mobil pick-up hitam seperti ini, dengan berisi banyak barang.

Mari saya deskripsikan kondisi tangan kanan saya pada saat itu:

  • Telunjuk saya patah dan menggantung, hanya sedikit kulit, daging, dan mungkin tulang yang menjaganya tidak jatuh di atas jalan.
  • 4 tulang metakarpal saya: jempol, telunjuk, jari tengah, dan jari manis telah terdislokasi.
  • Jempol saya fracture / patah.
  • Sela di antara telunjuk dan jempol robek. Untuk ilustrasi, Anda bisa memasukkan sebuah macaron ke dalamnya pada saat itu.
  • Dokter hampir mengamputasi tangan saya.

Cerita kepulihan saya sangat panjang, dari ketika saya memohon dan memaksa agar dokter tidak mengamputasi. Saya tidak mau dikirim ke Singapura atau Malaysia karena saya tidak mau tangan saya membusuk di pesawat. Banyak mukjizat – mukjizat yang diberi Tuhan, yang membuat saya selalu percaya bahwa tidak ada yang mustahil ketika kita percaya dan tetap fokus. Setelah 4 operasi dan terapi intensif berbulan-bulan, saya masih dapat menggunakan tangan saya untuk aktivitas sehari-hari.  Thanks God. 🙂

Saya tidak akan bercerita tentang detail pemulihan saya sekarang. Yang saya ingin lebih banyak orang mengerti itu dampak bom itu pasti tidak main-main, saya berharap ini membuat orang lebih berhati-hati. Saya ingin masyarakat lebih mengerti perspektif korban.

Jangan menbuat kasus teroris sebagai humor belaka. Sedikit humor itu boleh, karena memang lucu dalam berbagai aspek.

Saya ingin orang mengerti bahwa terorisme bukan lelucon, konsekuensi untuk korban sangat serius. Ada orang-orang di luar sana yang ingin membunuh bangsa Indonesia. Dan sebagai bangsa Indonesia kita harus fokus, tegas, dan berani menghadapi terorisme.

  • Ketika Anda dalam situasi ketika Anda melihat gerak-gerik yang mencurigakan, lapor ke polisi.
  • Ketika Anda dalam situasi yang terdesak, jangan menyerah. Mukjizat itu nyata.
  • Selalu tetap fokus dan berhati-hati, jangan biarkan kelengahan sesaat menjadi penyesalan dan kesedihan.

Keberanian sesungguhnya itu adalah mengerti konsekuensi, tetap berhati-hati, dan fokus dalam menghadapi masalah-masalah yang datang. Bukan hanya tertawa dan lengah ketika ada yang mencoba membunuh kita.

Salam Indonesia. 🙂

#KamiTidakTakut #KamiFokus #KamiBerhatiHati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s